Sabtu, 01 Januari 2011

Tragedi Bhopal

Tragedi Bhopal

Tragedi Bhopal pada 1984 adalah musibah industri terburuk dalam sejarah dunia. Ia diakibatkan pengeluaran 40 metrik ton metil isosianat (MIC) secara tak sengaja dari pabrik pestisida Union Carbide yang terletak di kota Bhopal, di negara bagian Madhya Pradesh di India.

Pabrik tersebut dibuka pada 1969 dan diperluas untuk menghasilkan karbaril pada 1979. MIC merupakan perantara dalam pemhasilan karbaril.

Kecelakaan ini langsung menewaskan ribuan jiwa dan melukai antara 150.000 hingga 600.000 lainnya—15.000 di antaranya kemudian meninggal dari luka-luka tersebut. Ada yang menyebutkan jumlah kematian yang lebih tinggi.

Penyebabnya adalah dimasukkannya air ke dalam tangki-tangki berisi MIC. Reaksi yang kemudian terjadi menghasilkan banyak gas beracun dan memaksa pengeluaran tekanan secara darurat. Gasnya keluar sementara penggosok kimia yang seharusnya menetralisir gas tersebut sedang dimatikan untuk perbaikan. Penyelidikan yang dilakukan menyatakan bahwa beberapa langkah keselamatan lainnya tidak dijalankan dan standar operasi di pabrik tersebut tidak sesuai dengan standar di pabrik Union Carbide lainnya. Selain itu, ada kemungkinan langkah-langkah keselamatan tersebut dibiarkan sebagai bagian dari "prosedur penghematan" yang dilakukan perusahaan tersebut di pabrik itu.

Sebuah penyelidikan BBC pada 2004 memastikan bahwa kontaminasi masih terus berlangsung.

25 TAHUN TRAGEDI BHOPAL Setengah Juta Warga India Minum Air Beracun

Tepat 25 tahun yang lalu, tangki penyimpanan gas pabrik pestisida di Bhopal, India, bocor. Ini menyebabkan 27 ton gas methyl isocyanate lepas ke udara. Situs The History Channel yang dilansir vivanews.com mengungkapkan, bahwa gas beracun dari pabrik Union Carbide tersebut naik ke langit, membentuk kumpulan awan yang menyelimuti kota Bhopal. Lebih dari 3.000 warga tewas akibat menghirup gas beracun. Selain itu, 50.000 lainnya dirawat karena mengalami keracunan.

Tragedi Bhopal merupakan salah satu insiden industri paling mematikan di dunia. Lebih dari 500.000 penduduk terkena dampak gas beracun. 120.000 Di antaranya bahkan menderita berbagai penyakit, seperti kebutaan, kesulitan bernafas, serta kerusakan ginjal dan hati. Pemerintah India segera menutup pabrik Union Carbide tidak lama setelah insiden dan menahan tiga petingginya. Pada tahun 1989, Union Carbide membayar 470 miliar dolar AS kepada pemerintah India sebagai dana kompensasi insiden.

Pada Oktober 2004, Mahkamah Agung India menyetujui rencana kompensasi yang akan membayarkan ganti rugi sebesar 350 juta dolar AS kepada lebih dari 570.000 korban bencana.
Lahir Cacat Namun, tragedi yang sudah lewat 25 tahun itu rupanya masih menebar maut. Gas kimia yang bocor itu meracuni 500.000 penduduk setempat. Air yang mereka minum masih mengandung kadar racun yang tinggi dan anak-anak mereka pun lahir cacat.
Studi Medis Bhopal (BMA) yang berpusat di Inggris melaporkan bahwa bencana itu masih menyisakan level toksin yang tinggi. Kandungan zat beracun carbon tetrachloride dari air tanah di Bhopal masih 900-2.400 kali lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia. Selain itu, kadar chloroform dari air tanah itu dua kali lipat lebih besar dari batas maksimal yang ditetapkan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup AS.
“Pabrik mengeluarkan porsi sampah beracun yang sangat besar,” ungkap Colin Toogood Pemimpin Studi Ilmiah BMA. “Di beberapa bagian pabrik dengan kedalaman tanah 100 meter ditemukan kadar racun mencapai 100 persen. Ada juga area di mana kita bisa menemukan sampah merkuri di atas permukaan tanah,” kata Toogood. Sementara itu, ratusan ribu orang lainnya menderita penyakit kronis jangka panjang. Akibatnya, banyak anak yang lahir 25 tahun setelah kejadian terinfeksi gas beracun.

Pengakuan Pekerja BHOPAL

BHOPAL, KOMPAS.com — TR Chouhan berjalan melewati sisa pabrik pestisida Union Carbide yang berkarat di Bhopal, India. "Saya sering ke sini," katanya. "Kami dulu bekerja di sini, sekarang beginilah kondisi pabrik ini. Rasanya sangat menyakitkan."

Chouhan mantan pekerja pabrik itu berusia 10 tahun ketika bencana terjadi 25 tahun lalu. Tidak lama selepas tengah malam pada 3 Desember 1984, awan gas metil melayang-layang di atmosfer Bhopal. Di luar tembok pabrik, ketenangan warga dengan cepat menjadi kekacauan. "Semua orang mulai berteriak, 'Ada kebocoran gas, ada kebocaran gas!' Maka kami mulai berlari," kenang seorang warga Bhopal, Bashiran Bi, seperti dikutip CNN, Kamis. "Saat kami melangkah ke luar rumah, tidak ada ruang di jalanan," kata Hamid Qureshi, saksi hidup yang lain. "Kekacauan di mana-mana. Orang berlari ke segala arah." Dalam waktu beberapa jam saja, lebih dari 3.000 orang tewas. Ribuan lainnya tewas pada hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun berikutnya. "Orang masih terus meninggal (akibat bencana itu)," kata Satinath Sarangi, pengelola Sambhavna Trust Clinic. "Bulan ini, minggu ini, seseorang bisa saja meninggal karena paparan yang terjadi pada tahun 1984 itu, dan masih ada 100.000 orang atau lebih yang sedang menderita sakit kronis." Klinik Sarangi melakukan kegiatan amal dengan menyediakan perawatan dan pengobatan gratis bagi korban yang masih hidup. Lebih dari 150 pasien datang setiap hari. Lebih dari 22.000 orang terdaftar sebagai pasien dengan perawatan jangka panjang. Sarangi masuk ke Bhopal segera setelah bencana itu terjadi. Semula ia memperkirakan pekerjaannya hanya untuk sekitar seminggu. Faktanya, dia berada di sana sejak saat itu hingga kini.

Hal yang sama dialami Abdul Jabbar yang memimpin demonstrasi publik atas nama korban gas, tak lama setelah bencana. Dia mendampingi mereka sejak saat itu. Jabbar merupakan kepala dari Bhopal Gas-Affected Working Womens' Union yang anggotanya melakukan pertemuan rutin di taman publik setiap Sabtu. Mereka menyerukan perlawanan terhadap ketidakadilan kepada siapa saja yang mau mendengarkan. "Kami telah melakukan lebih dari 5.000 kali unjuk rasa di sini," kata Jabbar. "Kami melakukan protes terhadap negara dan siapa saja yang terkait." Tuntutan utama Jabbar mendorong para aktivis lain. Mereka menginginkan lebih banyak pengobatan dan bantuan keuangan. Mereka menginginkan seseorang yang membersihkan bekas pabrik Union Carbide yang sudah bobrok. Mereka menginginkan seseorang dituntut secara kriminal atas bencana itu.

Korporasi Union Carbide yang berbasis di Amerika Serikat (AS) telah membayar biaya settlement sebesar 470 juta dollar AS tahun 1989. Setelah itu, korporasi tersebut menghindar dari segala kewajiban atau tanggung jawabnya untuk membersihkan tempat itu. Dalam sebuah pernyataan tertulis kepada CNN, juru bicara Union Carbide, Tomm Sprick, mengatakan, "Pemahaman kami adalah bahwa pemerintah pusat dan negara bagian India telah memiliki rencana untuk membersihkan tempat itu dan kami berharap mereka akan melanjutkannya dengan rencana-rencana remediasi.". Dua belas tahun setelah bencana, Union Carbide menjadi bagian dari Dow Chemical Corporation. Dow juga menolak permintaan untuk membersihkan situs Bhopal. "Faktanya, Dow tidak pernah memiliki atau mengoperasikan fasilitas di Bhopal," tulis juru bicara Dow, Scot Wheeler, dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke CNN.

Kembali ke lahan pabrik itu, Chouhan menunjuk ke arah rawa. "Ini merupakan tempat pembuangan limbah pabrik Union Carbide," ungkapnya. "Bahkan sampai hari ini, ada banyak zat kimia di sini, yang terus-menerus mencemari air tanah." Namun, Union Carbide dan banyak pegawai pemerintah lokal menegaskan, tidak ada bukti meyakinkan tentang air tanah yang tercemar. Namun, Chouhan tidak setuju. "Bau air yang keluar dari sumur pompa warga sekitar sini sama dengan bau yang dapat Anda rasakan saat berdiri di sini, sekarang ini." Chouhan, sebagaimana Sarangi dan Jabbar, mengaku berkomitmen untuk memastikan bahwa bencana itu tidak pernah dilupakan. "Jika kita tidak belajar dari kasus ini," ia mengingatkan, "maka besok Bhopal yang lain akan terjadi." "Dengan berlalunya waktu, kami mencoba untuk melupakan banyak hal," tambah Jabbar. Banyak orang berpikir, kata Sarangi, bencana itu merupakan sesuatu yang mengerikan. Namun, itu terjadi di masa lalu, dan mereka telah dibayar dengan uang banyak. Sekarang segala sesuatunya baik-baik saja. "Jadi, berita pertamanya adalah kita harus berhenti (mempersoalkan), yang justru merupakan berita sedih: bencana itu masih berlangsung."

Vonis Pertama Tragedi Gas Bhopal 1984

Hampir 26 tahun setelah awan gas mematikan keluar dari sebuah pabrik pestisida mencekik masyarakat Bhopal, India dengan asap beracun. Hari Senin (7/06) lalu sebuah pengadilan India menyatakan delapan warga India bersalah atas kelalaian tersebut.

Tujuh terdakwa dikenakan denda dan hukuman maksimum dua tahun penjara, sedangkan terdakwa kedelapan yang dituntut sudah meninggal dunia. Pengadilan tidak menyebut menuntut Warren Anderson, warga Amerika yang merupakan Pemimpin Perusahaan Union Carbide (UCC) dan pemilik pabrik tersebut saat bencana itu terjadi pada tahun 1984.

Anderson adalah salah satu dari sembilan orang yang dituduh oleh pemerintah India pada tahun 1987. Dia melarikan diri ke Amerika Serikat dan menolak untuk muncul di pengadilan. Upaya untuk mengekstradisi warga Amerika itu mengalami kegagalan.

Putusan pengadilan itu telah menimbulkan kemarahan kelompok hak asasi manusia. Amnesty International (AI) mendesak pemerintah Amerika Serikat dan India untuk mengambil langkah-langkah bagi keadilan semua pihak. "Kami merasa marah dan dikhianati. Ini bukan keadilan. Ini adalah parodi keadilan, "kata Hazra Bee dari Kampanye Internasional untuk Keadilan di Bhopal dalam sebuah pernyataan pers. "Hukuman remeh ini adalah sebuah tamparan bagi penderitaan para korban Bhopal," kata Bee, yang menjanjikan bahwa korban akan menantang keputusan tersebut pada lembaga hukum yang lebih tinggi. "Hasil Keputusan pengadilan bagi terdakwa warga India dalam kasus ini jelas tidak cukup. Pemerintah India dan Amerika Serikat harus memastikan bahwa terdakwa asing, termasuk UCC, juga harus diadili," kata direktur Amnesty International bidang Isu Global, Audrey Gaughran dalam siaran pers.

· Kelalaian

Tragedi gas Bhopal telah dianggap sebagai bencana korporat terburuk yang pernah ada. Pada pagi hari tanggal 3 Desember 1984, 40 ton metyl isocyanate (MIC), suatu bahan kimia yang sangat beracun dan mudah menguap, bocor dari wadah penyimpanan di pabrik yang dimiliki oleh Union Carbide India Limited (UCIL), anak perusahaan UCC Amerika.

Perusahaan ini menyimpan MIC dalam jumlah yang lebih besar dari yang direkomendasikan. Dalam upaya untuk memotong biaya, perusahaan telah mematikan pendingin di sekitar bahan kimia, padahal bahan kimia tersebut harus disimpan pada suhu 32 derajat Fahrenheit, demikian keterangan dari Kampanye Internasional untuk Keadilan di Bhopal.

Gas yang bocot tersebut dengan cepat menewaskan 7.000 hingga 10.000 orang. Jumlah ini adalah angka menurut perhitungan Amnesty dan jumlah yang tak terhitung lainnya yang terus bertambah.

Menurut Bhopal Medis Banding (BMA), orang Bhopali mengalami berbagai macam penyakit akibat dari kebocoran gas dan kontaminasi bahan kimia beracun lain yang dikeluarkan pabrik ke air tanah. Sejumlah penyakit itu antara lain kanker, kebutaan, kepincangan, keterbelakangan mental, kelahiran cacat, dan kesulitan reproduksi.

· Kompensasi

UCC ikut berpartisipasi dalam upaya bantuan cepat dan membayar biaya penyelesaian sebesar $ 470.000.000. Dalam sebuah pernyataan, UCC mengklaim bahwa kebocoran itu adalah hasil dari sabotase yang disengaja. Namun menurut Kampanye Internasional untuk Keadilan di Bhopal, klaim yang dikatakan UCC tersebut tidak pernah terbukti.

Michigan adalah basis Dow Chemicals, yang membeli UCC pada tahun 2001. Perusahaan ini menyangkal bertanggung jawab lebih lanjut atas kondisi ini. Ia mengklaim semua kasus telah diselesaikan. Sebuah pernyataan di situs Dow mengkutip sebuah sumber media India dari tahun 2006 yang mengatakan, "Semua kasus klaim kompensasi awal oleh para korban tragedi gas Bhopal 1984 telah diselesaikan. ... Dengan selesainya klaim kompensasi awal dan petisi revisi, tidak ada kasus yang ditunda."

Setelah Seperempat Abad, Kasus Bhopal Kembali Dibuka

Setelah Seperempat Abad, Kasus Bhopal Kembali Dibuka

Relawan membopong korban Tragedi Bhopal, India tahun 1984

Puluhan tahun berlalu, kasus hukum atas tragedi Bhopal yang menewaskan 15 ribu orang lebih masih terkatung-katung. Hari ini, sebuah pengadilan India menghukum tujuh karyawan senior mantan anak perusahaan Union Carbide di India dengan dakwaan "kematian oleh kelalaian" untuk peran mereka dalam tragedi gas Bhopal lebih dari seperempat abad yang lalu. Tragedi itu merupakan bencana industri terburuk dalam sejarah dunia. Perusahaan itu, Union Carbide India Ltd, juga dinyatakan bersalah dengan dakwaan sama. Sayangnya, perusahaan itu tidak lagi ada. Para mantan karyawan yang diadili, banyak dari mereka kini berusia 70-an tahun, menghadapi hukuman dua tahun penjara. Namun hakim tak mengumumkan hukuman atas masing-masing.

Para korban selamat dan keluarga keluarga yang tewas, bersama dengan aktivis hak azasi, berkumpul di kota itu dan meneriakkan slogan-slogan mengatakan putusan itu terlalu kecil dan terlambat.

Pada 3 Desember 1984, pabrik pestisida dijalankan oleh Union Carbide bocor dan sekitar 40 ton gas methyl isocyanate mematikan mencemari udara kota Bhopal di India tengah, dan seketika membunuh sekitar 4.000 orang. Pengaruh sisa-sisa racun menyebabkan korban tewashingga mencapai 15 ribu orang selama beberapa tahun.

Aktivis lokal bersikeras bilangan korban yang sesungguhnya hampir dua kali lipat, dan mengatakan perusahaan dan pemerintah telah gagal untuk membersihkan bahan kimia beracun di pabrik, yang ditutup setelah kecelakaan itu. Proses pengadilan kasus ini berjalan sangat lamban dan tidak efektif.

India Central Bureau of Investigation, badan atas investigasi di negara itu, awalnya menuduh 12 terdakwa: delapan pejabat senior perusahaan India; Warren Anderson, kepala Union Carbide Corp pada saat gas bocor, perusahaan itu sendiri, dan dua anak perusahaan. Tujuh dari delapan pejabat perusahaan India divonis Senin. Yang lainnya sudah meninggal. Anderson dan Union Carbide tidak pernah muncul di pengadilan.

Union Carbide yang dibeli oleh Dow Chemical Co pada tahun 2001. Dow mengatakan kasus hukum itu diselesaikan pada tahun 1989 ketika Union Carbide diselesaikan dengan pemerintah India dengan nilai 470 juta dolar AS, dan bahwa semua tanggung jawab untuk pabrik tersebut sekarang terletak pada pemerintah negara bagian Madhya Pradesh, yang kini memiliki situs bekas bencana itu.

Juli lalu, pengadilan yang sama di Bhopal telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas Anderson dan juga memerintahkan pemerintah India untuk menekan Washington untuk ekstradisi orang Amerika itu. Hakim tidak menjelaskan mengapa Anderson atau perusahaan kimia Amerika tidak diadili secara in absentia. Anderson ditahan sebentar segera setelah bencana terjadi, namun ia segera meninggalkan negara itu dan sekarang tinggal di New York.

Kasus Kecurangan Audit (Fraud Auditor)

Contoh Kasus Fraud Auditor

Pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO), kecurangan (fraud) dalam pelaporan keuangan oleh perusahaan-perusahaan publik di Amerika Serikat memberikan konsekuensi negatif yang signifikan terhadap para investor dan eksekutif.

Penelitian COSO tersebut, dengan menelaah tuduhan kecurangan laporan keuangan yang diselidiki oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dalam kurun waktu sepuluh tahun antara tahun 1998 – 2007, menemukan fakta bahwa berita dugaan kecurangan telah mengakibatkan penurunan abnormal harga saham rata-rata 16,7% dalam dua hari setelah diumumkan. Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kecurangan seringkali mengalami kebangkrutan, delisting dari bursa efek, atau harus menjual aset, dan sembilan dari sepuluh kasus-kasus SEC tersebut menyebutkan CEO dan/atau CFO perusahaan yang bersangkutan diduga terlibat dalam kecurangan.

Chairman COSO, David Landsittel, mengatakan bahwa analisis mendalam dalam penelitian tersebut terkait tentang sifat, jangkauan, dan karakteristik dari kecurangan pelaporan keuangan memberikan pemahaman yang sangat membantu tentang isu-isu baru dan berkelanjutan yang perlu segera ditangani. ”Semua pihak yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan harus terus berfokus pada cara-cara untuk mencegah, menghalangi, dan mendeteksi kecurangan pelaporan keuangan,” kata Landsittel. ”COSO berencana untuk mensponsori penelitian lanjutan mengenai kecurangan pelaporan keuangan, serta pengembangan lebih lanjut pedoman pengendalian internal, untuk membantu pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan.”

Penelitian COSO di atas menelaah hampir 350 kasus dugaan kecurangan pelaporan keuangan yang diselidiki oleh SEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

· Kecurangan keuangan memengaruhi perusahaan dari semua ukuran, dengan median perusahaan memiliki aktiva dan pendapatan hanya di bawah $100juta.

· Median kecurangan adalah $12,1 juta . Lebih dari 30 kasus dengan masing-masing kasus melibatkan jumlah lebih dari $500 juta.

· SEC menyebutkan CEO dan/atau CFO terindikasi terlibat pada 89% dari kasus kecurangan. Dalam waktu dua tahun penyelesaian penyelidikan SEC, sekitar 20% dari para CEO / CFO berlanjut pada dakwaan serta lebih dari 60% di antaranya divonis bersalah.

· Kecurangan mengenai pendapatan tercatat lebih 60% dari kasus.

· Banyak karakteristik yang biasanya menjadi pengamatan umum dewan direktur dan komite audit, seperti: ukuran, frekuensi rapat, komposisi, serta pengalaman, tidak berbeda secara signifikan antara perusahaan yang terlibat kecurangan dengan yang tidak. Upaya-upaya pengaturan tata kelola perusahaan terbaru tampaknya telah mengurangi variasi dalam karakteristik terkait dewan direktur yang diamati.

· Dua puluh enam persen dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kecurangan mengganti auditor selama periode yang diteliti dibandingkan dengan hanya 12 persen dari perusahaan-perusahaan yang tidak terlibat.

· Berita awal dalam media massa mengenai dugaan adanya kecurangan mengakibatkan penurunan tidak normal harga saham rata-rata sebesar 16,7 persen untuk perusahaan yang terlibat kecurangan, dalam dua hari setelah pengumuman.

· Berita mengenai investigasi SEC atau Departemen Kehakiman mengakibatkan penurunan tidak normal harga saham rata-rata 7,3 persen.

· Perusahaan yang terlibat dalam kecurangan sering mengalami kebangkrutan, delisting dari bursa efek, atau melakukan penjualan aset yang material dengan tingkat yang jauh lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak terlibat kecurangan.

Penelitian COSO dilakukan oleh empat profesor akuntansi: Mark S. Beasley dari North Carolina State University, Joseph V. Carcello dari University of Tennessee, Dana R. Hermanson dari Kennesaw State University, dan Terry L. Neal dari University of Tennessee. Penelitian ini meng-update penelitian COSO sejenis sebelumnya diterbitkan pada tahun 1999, untuk kasus-kasus kecurangan pelaporan keuangan dekade 1987-1997.

Profesor Beasley, yang juga merupakan anggota dewan COSO, mencatat bahwa penelitian tambahan diperlukan untuk lebih memahami perbedaan dalam proses seputar dewan direksi dan komite audit. ”Kita perlu untuk menentukan apakah ada proses tertentu berkaitan dengan dewan direksi yang dapat memperkuat pengawasan mereka terhadap risiko-risiko yang mempengaruhi laporan keuangan,” katanya. ”Selain itu, mengingat jumlah kecurangan diperiksa dalam penelitian ini terbatas dan terkait dengan jangka waktu setelah penerbitan Sarbanes-Oxley Act of 2002 termasuk implementasi Seksi 404, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum dapat diambil kesimpulan tentang dampak SOX tersebut dalam mengurangi kecurangan pelaporan keuangan.”

Contoh Kasus Korupsi dan Fraud : Penjualan dan Persediaan

31 October 2008 - muxonated

Seorang direktur penjualan dari sebuah perusahaan produk elektronik tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya ketika ditanyakan mengenai
adanya keanehan dalam data-data penjualan.

Setelah dilakukan investigasi, ternyata mantan direktur tersebut terlibat dalam proses penjualan yang ternyata palsu. Modus pola fraud dilakukan dengan:

· Kuitansi penjualan atas nama pembeli tertentu dibuat

· Tagihan palsu dikeluarkan

· Barang persediaan dikeluarkan dari gudang penyimpanan seolah-olah akan dikirimkan ke pembeli (barang tersebut kemudian dijual sendiri oleh direktur keuangan dan uangnya masuk ke kantong pribadi)

· Penjualan dicatat dalam sistem akuntansi dan beberapa waktu kemudian dihapuskan sebagai ‘non-inventory return credits’ atau retur penjualan non-persediaan.

Contoh Kasus Korupsi dan Fraud : Purchasing

Dalam satu kasus, seorang Direktur Keuangan di sebuah perusahaan mengajukan pengunduran diri secara mendadak, karena alasan pribadi. Karena curiga, perusahaan kemudian melakukan pemeriksaan (review) adakah hal-hal yang dilakukan mantan direktur tersebut yang merugikan perusahaan. Dengan menggunakan program deteksi fraud otomatis (automated fraud detection program) diketahui bahwa data-data supplier (supplier master files) mengalami perubahan. Terdapat beberapa nomor rekening (bank account) supplier yang diubah menjadi satu nomor rekening baru yang sama. Ditemukan juga beberapa transaksi yang sudah dilakukan pembayarannya ke nomor rekening baru tersebut. Setelah dilakukan prosedur investigasi, ternyata ditemukan bahwa nomor rekening baru itu milik direktur keuangan yang baru saja mengundurkan diri.


Langkah-Langkah Menjadi Auditor

Arens et al (2003) menyatakan bahwa audit dilakukan oleh orang yang kompeten, independen dan obyektif atau disebut sebagai auditor. Berdasarkan kelompok atau pelaksana audit, auditor dibagi 3 jenis yaitu:

· Auditor ekstern/independent bekerja untuk kantor akuntan publik yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka audit. Pada umumnya, auditor ekstern menghasilkan Laporan Hasil Audit atas Laporan Keuangan.

· Auditor intern bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. Laporan Hasil Audit Operasional/Manajemen umumnya berguna bagi manajemen perusahaan yang diaudit dalam melakukan perbaikan kinerja perusahaan. Oleh karena itu tugas internal auditor biasanya adalah audit operasional/manajemen.

· Auditor Pemerintah yaitu auditor yang bekerja untuk kepentingan pemerintah, misalnya di bidang perpajakan atau audit terhadap dana-dana yang bersumber dari pemerintah.

Langkah - Langkah Menjadi Auditor :

1. Auditor harus memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup.

2. Dalam hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.

3. Auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

4. Dalam pekerjaan di lapangannya auditor mempunyai pemahaman atas pengendalian internal untuk merencanakan audit dan menetukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.

5. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.

6. Auditor harus memiliki bukti yang kompeten diperoleh melalui inspeksi,pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang di audit.

Etika Profesional

A. Konsep etika

Etika adalah serangkaian prinsip atau nilai moral agar kehidupan masyarakat berjalan dengan baik. Dilemma etika adalah situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana dia harus membuat keputusan tentang perilaku apa yang harus dibuat atau dilakukan

B. Prinsip- Prinsip Etika

1. Responbility

2. The public interest

3. Integrity

4. Objectivity and independence

5. Due care

6. Scope and nature of service

C. Kerangka Aturan Etika Akuntan Publik Indonesia (IAI- KAP)

1. Standart umum

i. Indepedensi adalah dalam menjalankan tugasnya KAP harus selalu mempertahankan sikap mental indepedensi di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam standart profesional akuntan public yang ditetapkan oleh IAI. Sikap mental harus meliputi fakta dan penampulan

ii. Integritas, dan Objektivitas adalah dalam menjalankan tugasnya,anggota KAP harus menjalankan tugasnya dengan integritas dan objektivitas, harus bebas dari benturan kepentingan dan tidak boleh membiarkan factor salah saji material yang diketahuinya.

2. Standart Umum dan Prinsip Akuntansi

i. Kompetensi profesional adalah anggota KAP memberikan jasa profesional yang layak dan secara profesional.

ii. Kecermatan dan keseksamaan profesional adalah anggota KAP wajib memberikan jasa dengan cermat dan seksama.

iii. Perencanaan dan supervise dalah anggota KAP mensupervisi secara memadai dalam pemberian jasa.

iv. Data relevan yang memadai adalah anggota KAP harus memperoleh data yang relevan.

3. Kepatuhan Terhadap Standart

Anggota KAP yang melaksanalkan tugas jasa auditing, atestasi, review dan komplikasi diatur oleh badan pengtur standar oleh IAI. Anggota KAP tidak diperkenankan:

· Menyatakan pendapat bahwa laporan keuangan suatu entitas disajikan oleh PABU.

· Menyatakan bahwa tidak perlu menemukanya perlu modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut sesuia dengan PABU.

4. Tanggung jawab kepada klien

· Informasi yang rahasia

Anggota KAP tidak memperkenankan mengungkapkan rahasia klien :

1. Memberikan anggota KAP dari kewajiban profesionalnya sesuia dengan aturan etika.

2. Mempengaruhi kewajiban anggota KAP dengan cara apapun untuk mematuhi peraturan perundangan.

3. Melarang review praktik professional

4. Menghalangi anggota dari pengajuan pengaduan.

· Fee Profesional

1. Besaran Fee

Besarnya fee anggota bervariasi tergantung resiko penugasan dan jasa yang diberikan.

2. Fee Kontijen

Ditetapkan untuk pelaksanaan jasa profesional tanpa adanya fee yang akn dibebankan.

5. Tanggung jawab kepada rekan profesi

· Tanggung jawab kepada rekan profesi

Anggotanya memelihara citra profesi,dengan tidak melakukan poerkataan dan perbuatan yang merusak reputasi.

· Komunikasi akuntan- akuntan public

Anggotanya berkomunikasi tertulis dengan akuntan public pendahulu apabila mengadakan perikatan audit.

· Perikatan atestasi

Tidak boleh melakukan perikatan atestasi yang sama dengan akuntan yang terlebih dahulu.

6. Tanggung Jawab dan Praktikan lain

· perbuatan dan perkataan yang menkreditkan

· iklan profesi,dan kegiatan pemasaran lainya

· komosiu dan fee referral

· fee reveral atau rujukan

Hal lain dalam indepedensi

1 1. Keluarga langsung dari akuntan public adalah keluarga langsung dari akuntan public yaitu suami atau istri

2. Financial interest dari klien dengan klien.

terdiri dari:

· direct financial interest adalah kepemilikan saham atau equitas dari seorang akuntan public

· indirect financial interest adalah apabila terhadap hubungan kepemilikan hubungan yang dekat

3. Close relatives atau kerabat adalah mencakup anak yang sudah dewasa saudara kandung dan orang tua.

4. Bila menjadi anggota tim audit

menjadi tidak independen apabila yang kerabat yang memegang peranan penting dalam perusahaan klie.

5. Bila bukan anggota tim audit tetapi merupakbn patner KAP memiliki pengaruh terhadap jalanya audit.

menjadi tidak independen jika kerabat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap operasional usaha klien.

Hal lain dalam indepedensi

· jika investasi klien pada nonclient, direct investment oleh KAP pada nonclient investee akan mempengaruhi indepedensi.

· jika investasi nonclient pada nonclient tidak material, direct investment oleh KAP pada nonclient akan mempengaruhi indepedensi

Pertanyaan

1. Siapakah klien kita sesungguhnya?perusahaan, manajemen, pemegang saham sekarangm, pemegang saham yang ajan dating, masyarakat.

Jawaban: semua benar (stakeholders)

2. jika saya membuat keputusan yang berhubungan pelanggran etika apakah saya berhutang kepada boss saya,klien saya, perusahaan saya, profesi saya, masyarakat,atau diri sendiri?

Jawaban: benar semua

3. apakah saya akuntan profesionalk yang dibatasi standart- standart profesional atau hanya seorang pegawa?

Jawaban: akuntan yang dibatasi oleh standart- standart professional

4. Apabila seorang akuntan sebuah profesi atau bidang usaha ?dapatkah menjadi keduanya?

Jawaban: iya tentu saja.

5. Kapan saya tidak seharusnya menawarkan jasa?

Jawaban: ketika berlawana dengan kode etik akuntan, atua berlawanan dengan indepedensi.

6. Dapatkah saya melayani 2 klien yang berbeda, dalam wakrtu yang sama?

Jawaban: iya selama tidak ada konflik kepentingan.