Selasa, 23 Februari 2010
Pengertian Penelitian Ilmiah dan Metode Ilmiah
Riset ilmiah kepada ilmu pengetahuan :
(1) meng-upgrade
(2) membuat up to date dan canggih
(3) diaplikasi untuk kebutuhan masyarakat
Ilmu pengetahuan berguna bagi riset ilmiah :
(1) masukan untuk memulai proses riset ilmiah baru
(2) tahapan berpikir ilmiah. Peneliti mulai dengan:
a. Berpikir deduktif, yaitu mencoba berteori terhadap sebuah fakta atau fenomena sosial, melalui interpretasi, dalil, hukum dan teori
b. Hipotesis, dimana berpikir deduktif mengarah pada mencari jawaban logis terhadap masalah/apa yang menjadi perhatian dalam riset, dan jawaban ini merupakan jawaban sementara yang merupakan dasar dalam menjelaskan kemungkinan adanya hubungan antar gejala
c. Pembuktian hipotesa, peneliti melakukan persiapan dengan menyediakan perangkat-perangkat penelitian yang terdiri dari :
i.Metode penelitian: yaitu sebuah proses yang terdiri dari rangkaian tata cara pengumpulan data,
ii. Perekaman data di lapangan
iii.Pengujian-pengujian hipotesis
iv. Proses analisa
v. Membuat kesimpulan-kesimpulan induktif
Sikap yang diperlukan dalam penelitian :
a. Obyektif
b. Faktual
c. Terbuka terhadap saran dan kritik
d. Jujur
e. Responsible (bertanggung jawab)
f. Skeptis, analitis, dan kritis
- skeptis: selalu menanyakan bukti/fakta yg dapat mendukung setiap pertanyaan
- analitis: selalu menganalisa setiap persoalan; penting-tidak; pokok-bukan; relevan-tidak
- kritis: selalu berdasarkan pada logika, menimbang secara obyektif, dan akal sehat
Penelitian
Suatu kegiatan yang teratur terencana dan sistematis dalam mencari jawaban atas suatu persoalan.
Setiap kegiatan penelitian pada dasarnya berisi :
- pertanyaan yang diajukan, dan
- jawaban atas pertanyaan itu
Unsur-unsur dalam setiap penelitian:
- adanya persoalan
- sejumlah alternatif jawaban
- pengumpulan dan penilaian data
-penilaian data untuk mengarahkan kepada pilihan atas sejumlah alternatif jawaban tersebut
Suatu penelitian dikatakan ilmiah apabila pokok-pokok pikiran yang dikemukakan disimpulkan melalui suatu prosedur yang sistematis dengan mempergunakan pembuktian-pembuktian yang meyakinkan, yaitu :
(a) dengan mengajukan fakta-fakta yang diperoleh secara obyektif dan melalui proses pembuktian
(b) bukti-bukti tersebut didapatkan melalui penelitian yang teliti dan hati-hati
Dalam tulisan ilmiah (hasil riset), merepresentasikan:
- Wawasan dan penguasaan terhadap ilmu
- Pemahaman terhadap sutau persoalan
- Ketajaman pikiran
- Pandangan kritis
- Cara berpikir
- Keterampilan menyampaikan pikiran
- Keterampilan menulis
- Ketepatan pemilihan kata
- Gaya bahasa, dll
Riset Bisnis
Bayangkan: banyak aspek
Riset: suatu proses penemuan solusi untuk pemecahan masalah setelah melalui studi dan analisis terhadap faktor penyebab situasional
Penerapan pada manager: proses pengambilan keputusan
Pengetahuan riset: membantu mencari informasi yang tersedia dan mencari cara kreatif dalam menghadapi lingkungan bisnis (kompetitif).
Riset bisnis digambarkan sbg suatu upaya sistematis dan terorganisir u/ memeriksa suatu masalah spesifik yang ditemukan dalam lingkungan kerja yang memerlukan solusi.
Definisi: mengorganisasikan kegiatan, dengan cara sistematis, berdasarkan data, perpandangan kritis, obyektif, memeriksa secara ilmiah,yang ditujukan untuk menemukan jawaban/solusi.
Jenis Riset
1. Tujuan:
a. Eksplorasi
b. Pengembangan
c. Verifikastif
2. Pendekatan:
a. Longitudinal
b. Cross-sectional
c. Kuantitatif
d. Survei
e. Assessment
f. Evaluasi
g. Action Research
3. Tempat:
a. Library
b. Laboratorium
c. Field
4. Taraf Penelitian
a. Deskriftif
b. Eksplanasi
5. Saat terjadinya variabel
a. Historis
b. Ekspos-Fakto
c. Eksperimen
6. Bidang Ilmu
a. Pendidikan
b. Manajemen
c. Komunikasi
d. Administrasi
e. Antropologi
f. Sosiologi
g. agama
h. bahasa
i. hukum
j. ekonomi
k. sejarah
l. filsafat
7. Analisia:
a. Kuantitatif
b. Kualitatif
Metode Penelitian
Berdasarkan cara mendapatkan satuan data yang dikumpulkan, penelitian dapat dilakukan dengan 3 metode:
1. Sensus
2. Survei
3. Studi kasus
Metode sensus
Menyelidiki setiap anggota atau setiap individu yang terdapat dalam populasinya
- Populasi adalah keseluruhan obyek (totality) yg dibatasi oleh kriteria tertentu
- Obyek bisa berbentuk:
♦ konkrit/bisa diraba (tangiable): kursi, kalimat
♦ abstrak (intangiabel): motivasi kerja,sadar hukum
- Banyaknya obyek dalam populasi disebut ukuran populasi (population size), dilambangkan dengan N
- Besarnya ukuran populasi ini:
♦ bisa dihitung (countable)
♦ tidak terhitung (uncountable)
- Berapapun besarnya ukuran populasi tapi masih bisa dihitung dinamakan populasi terhingga (finite population), tapi jika tidak bisa dihitung disebut (infinite population)
Metode survei Menyelidiki sebagian dari anggota populasi.
- Masing-masing populasi memiliki ciri dan karakteristik tertentu
- Sebagian anggota popolasi yang diselidiki ini dinamakan sampel.
- Hasil dari menyelidiki sampel itu kemudian diambil kesimpulan (generalisasi) untuk populasinya.
- Dalam penelitian sosial/yang meneliti tingkah laku (behavior) biasanya digunakan metode survei, dan
populasinya adalah terhingga
- Peneliti harus menentukan secara jelas populasi yang menjadi sasaran penelitiannya, yang disebut populasi
sasaran (target population) - Populasi sasaran nantinya akan menjadi cakupan kesimpulan penelitian (hanya berlaku
untuk populasi sasaran).
Studi kasus
Penelitian yang dipusatkan hanya pada kasus tertentu yang dipilih dengan meneliti secara mendalam terhadap segala aspek yang tercakup di dalam kasus tersebut.
- Kasus dapat berbentuk satu individu, satu lembaga/institusi, satu sistem, satu kelompok/golongan.
- Kesimpulan yang dibuat hanya berlaku untuk kasus tesebut
Contoh Kasus
A. JUDUL PENELITIAN
"Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Dan Suku Bunga Riil Terhadap Cadangan Primer Dan Kredit Untuk Nasabah Bank Mandiri"
B. PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Permasalahaan yang dihadapi ekonomi dunia dewasa ini semakin pelik. Melambatnya pertumbuhan ekonomi global sebagai dampak peningkatan harga komonitas dunia terutama harga minyak dan pangan, diperparah lagi dengan krisis keuangan hebat yang melanda Amerika Serikat yang mengakibatkan luluhnya industri keuangan global. Krisis ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan inflasi dibeberapa negara, yang akan diikuti oleh kenaikan suku bunga, dan gejolak nilai tukar. Mengingat sistem keuangan suatu negara tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling terkait dan terintegrasi dengan sistem keuangan dinegara lain secara global, maka guncangan dunia keuangan global ini akan menjadi batu ujian pada kekuatan perekonomian nasional kedepan. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti fenomena tersebut melalui tesis yang berjudul: "Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Dan Suku Bunga Riil Terhadap Cadangan Primer Dan Kredit Untuk Nasabah Bank Mandiri".
Literatur empiris yang menguji dampak inflasi terhadap pertumbuhan dan kualitas kredit perbankan domestik pernah dilakukan oleh Bank Indonesia (2008). Hasil pengujian menunjukan bahwa inflasi secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas kredit (NPL). Namun, pengaruh inflasi tersebut bersifat tidak langsung karena ditansmisikan melalui pertumbuhan ekonomi dengan proxy Industrial Production Index (IPI). Selanjutnya dengan memasukkan perkiraan angka IPI, BI rate, nilai tukar dan oil price ke depan, hasil simulasi memperlihatkan bahwa setiap kenaikan inflasi sebesar 1% akan menurunkan pertumbuhan kredit sekitar 0,12% dan meningkatkan NPL sekitar 0,02%. Sementara itu, Perry Warjiyo (2006) dalam papernya Stabilitas Sistem Perbankan Dan Kebijakan Moneter: Keterkaitan Dan Perkembangannya Di Indonesia, menyatakan bahwa eratnya keterkaitan antara kondisi kesehatan dan stabilitas perbankan dengan kebijakan moneter melalui kebijakan suku bunga, perubahan inflasi dan kurs rupiah.
Perumusan Masalah
Dalam penelitian ini penulis mencoba merumuskan persoalan dalam bentuk
pertanyaan:
1. Bagaimanakah pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY
terhadap cadangan primer Bank Mandiri ?
2. Bagaimanakah pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris,
dan Jepang terhadap cadangan primer Bank Mandiri ?
3. Bagaimanakah pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY
terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri ?
4. Bagaimanakah pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris,
dan Jepang terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri ?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD,
GBP, dan JPY terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh suku bunga riil Indonesia,
Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD,
GBP, dan JPY terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri.
4. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh suku bunga riil Indonesia,
Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap kredit untuk nasabah Bank
Mandiri.
Kegunaan Penelitian
Penelitian yang penulis lakukan ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi
penulis sendiri, maupun bagi para pembaca atau pihak-pihak lain yang berkepentingan.
1. Manfaat akademis
Penelitian ini erat hubungannya dengan mata kuliah Manajemen Dana Bank,
Manajemen Perkreditan, Keuangan Internasional, Institusi Depositori dan Pasar
Modal, sehingga dengan melakukan penelitian ini diharapkan penulis dan semua
pihak yang berkepentingan dapat lebih memahaminya.
2. Manfaat dalam implementasi atau praktik.
Penelitian ini memfokuskan kepada Bank Mandiri sebagai objek penelitian,
sehingga diharapkan para pengambil kebijakan dalam Bank Mandiri maupun pihakpihak
lain yang berkepentingan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai
bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Batasan Masalah
Mengingat begitu luasnya ruang lingkup pada penelitian ini, maka penulis
membatasi permasalahan tersebut pada:
1. Mengingat banyaknya jumlah bank di Indonesia, maka penulis dalam penelitiaan
ini hanya menggunakan aktiva pada Bank Mandiri sebagai bahan penelitian.
2. Aktiva suatu bank terdiri dari beberapa pos, sehingga penulis akan
mengelompokan pos-pos pada aktiva tersebut berdasarkan skala prioritas
penggunaan dana, yaitu:
a. Cadangan primer; terdiri dari kas, penempatan pada Bank Indonesia, giro
pada bank lain, dan penempatan pada lain.
b. Cadangan sekunder; terdiri dari surat berharga yang dimiliki, dan obligasi
pemerintah.
c. Kredit untuk nasabah; terdiri dari kredit yang diberikan.
d. Investasi untuk pendapatan; terdiri dari penyertaan.
Dalam penelitian ini penulis hanya memfokuskan pembahasan pada cadangan
primer dan kredit untuk nasabah.
3. Sesuatu hal yang tidak mungkin penulis lakukan untuk memasukan semua data
suku bunga, inflasi, dan kurs rupiah terhadap semua negara, maka dalam
penelitiaan ini penulis membatasinya dengan menggunakan data suku bunga,
inflasi, dan kurs rupiah terhadap negara Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.
4. Data penelitiaan yang digunakan adalah data per-triwulan dari tahun 2000
sampai dengan tahun 2008, diawali dari triwulan IV tahun 2000 sampai dengan
triwulan II tahun 2008.
5. Data yang diteliti seluruhnya merupakan data sekunder yang diperoleh dari
laporan bulanan, triwulan, dan tahunan Bank Indonesia. Data yang dikumpulkan
berupa data runtun waktu (time series).
6. Alat bantu yang digunakan untuk menganalisa data statistik agar dapat diolah,
ditampilkan, dan dimanipulasi sehingga dapat menyajikan suatu informasi dalam
penelitian ini menggunakan peranti lunak atau software SPSS dan EView
C. TINJAUAN PUSTAKA
Neraca Bank
Penulis mengutip dari suplemen kuliah Institusi Depositori dan Pasar Modal oleh Soedijono yang menguraikan bahwa untuk memenuhi ketentuan hukum, sarana pengambilan keputusan manajerial, dan sarana kegiatan perencanaan dan pengawasan, semua badan usaha menyelenggarakan sistem akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan, minimal terdiri dari neraca dan laporan rugi laba. Neraca sebuah bank dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu aktiva dan pasiva. Selanjutnya pasiva sebuah bank terdiri dari utang dan modal.
Inflasi dan Kurs
Beberapa pengertian inflasi yang penulis kutip dari berbagai sumber,
diantaranya adalah:
1. Menurut artikel Pengertian Inflasi, Stagnasi & Stagflasi Serta Dampak Sosial
Inflasi dari Organisasi.Org, Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga barangbarang
secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama
dan terus-menerus.
2. Menurut Wikipedia, inflation is a rise in the general level of prices of goods and
services in an economy over a period of time.
3. Menurut Investopedia, the rate at which the general level of prices for goods and
services is rising, and, subsequently, purchasing power is falling.
Bank Indonesia dan Inflasi serta Kurs Rupiah
Sesuai dengan UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU No. 3 Tahun 2004 tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (Pasal 7). Amanat ini memberikan kejelasan peran bank sentral dalam perekonomian, sehingga dalam pelaksanaan tugasnya Bank Indonesia dapat lebih fokus dalam pencapaian "single objective"-nya. Kestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi. Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran. Dalam hal ini, BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan. Karena itu, untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi, baik pemerintah maupun swasta.
Suku Bunga
Beberapa pengertian tentang suku bunga, diantaranya adalah:
1. Menurut Djaslim Saladin, Konsep Dasar Ekonomi Dan Lembaga, menguraikan
pendapat David Ricardo yang berpendapat bunga adalah jika memang banyak yang
dapat dilakukan dengan mengunakannya, banyak pula yang diberikan dengan
mengunakannya. Sedangkan Bohm Bawaer mengangap bahwa bunga itu timbul
karena orang lebih menyukai barang di masa datang, dan menganggap bunga
adalah diskonto yang harus dibayarkan. Bunga ditentukan oleh penyediaan dan
permintaan akan dana yang dipinjam.
2. Menurut Manuharawati dan Rudianto Artiono dalam Matematika Keuangan, bunga
adalah suatu jasa yang berbentuk uang yang diberikan oleh seorang peminjam atau
pembeli terhadap orang yang meminjamkan modal atau penjual atas persetujuan
bersama.
3. Menurut M. Farid M dalam tesisnya menguraikan bahwa dalam literatur ekonomi,
yang dimaksud dengan suku bunga adalah "harga" yang terjadi dipasar uang dan modal. Harga disini adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu yang ditentukan bersama.
4. Menurut Nopirin dalam bukunya pengantar ilmu ekonomi makro-mikro menguraikan bahwa dalam pengertian sempit, kaum klasik berpendapat bahwa suku bunga merupakan hasil interaksi antara tabungan dan investasi. Definisi kaum klasik tersebut hanya mencakup aktivitas fiskal. Berbeda dengan pengertian suku bunga yang dikemukakan oleh John Maynard Keynes, bahwa suku bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan terhadap uang.
D. PERUMUSAN HIPOTESA
Berdasakan tinjauan pustaka atau kerangka pemikiran diatas, maka penulis mencoba untuk merumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya, apakah hasil penelitian akan menerima atau menolak hipotesis tersebut, sebagai berikut:
- H01: Tidak ada pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
- H02: Tidak ada pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap cadangan primer Bank Mandiri.
- H03: Tidak ada pengaruh nilai tukar rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri.
- H04: Tidak ada pengaruh suku bunga riil Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang terhadap kredit untuk nasabah Bank Mandiri.
E. METODOLOGI PENELITIAN
Data Penelitian:
1. Sumber Data
Data yang diteliti diperoleh dari Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI),
laporan triwulanan Perkembangan Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional
(PEKKI) Bank Indonesia, dan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan Neraca PT.
BANK MANDIRI (PERSERO), TBK.
2. Jenis Data
a. Aktiva Bank Mandiri
Pos-pos pada aktiva Bank Mandiri merupakan variabel terikat dan dikelompokan
berdasarkan skala prioritas penggunaan dana, yaitu:
1. Cadangan primer, terdiri dari kas, penempatan pada Bank Indonesia, giro pada
bank lain, dan penempatan pada bank lain.
2. Cadangan sekunder, terdiri dari surat berharga yang dimiliki, dan obligasi
pemerintah.
3. Kredit untuk nasabah, terdiri dari kredit yang diberikan,
4. Investasi untuk pendapatan, terdiri dari penyertaan.
Dalam hal penelitian ini, penulis hanya fokus kepada cadangan primer dan kredit
untuk nasabah.
b. Kurs rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY
Kurs rupiah terhadap USD, GBP, dan JPY merupakan variabel bebas. USD dan
GDP merupakan nilai tukar 1 mata uang Amerika Serikat dan Inggris terhadap
rupiah, sedangkan JPY merupakan nilai tukar 100 mata uang Jepang terhadap
rupiah.
c. Suku bunga dan inflasi di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.
Suku bunga yang dikeluarkan oleh bank sentral masing-masing negara akan
dikurangi dengan inflasi pada masing-masing negara sehingga diperoleh suku bunga
riil. Suku bunga riil di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang merupakan
variabel bebas.
3. Tipe Data
Data yang diteliti merupakan data sekunder yang dikumpulkan berupa data
runtun waktu (time series). Data-data tersebut diterbitkan secara berkala oleh Bank
Indonesia dalam bentuk buletin dan laporan triwulan atau tahunan, dengan demikian
keabsahan data tersebut merupakan tanggung jawab lembaga tersebut.
Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ini adalah Bank Mandiri.
Periode Penelitian
Data yang digunakan merupakan data triwulanan dari triwulan IV 2000 sampai
dengan triwulan II 2008.
Variabel Penelitian
Variabel Keterangan Jenis Notasi
Y1 Cadangan primer Variabel terikat I YCP
Y2 Kredit untuk nasabah Variabel terikat II YKUN
X1 Nilai tukar rupiah terhadap USD Variabel bebas I XUSD
X2 Nilai tukar rupiah terhadap GBP Variabel bebas II XGBP
X3 Nilai tukar rupiah terhadap JPY Variabel bebas III XJPY
X4 Suku bunga riil Indonesia Variabel bebas IV XSBIN
X5 Suku bunga riil Amerika Serikat Variabel bebas V XSBAS
X6 Suku bunga riil Inggris Variabel Bebas VI XSBIG
X7 Suku bunga riil Jepang Variabel bebas VII XBSJP
Maka akan didapat model penelitian sebagai berikut:
a. YCP = a + bXUSD + bXGBP + bXJPY + bXSBIN + bXSBAS + bXSBIG + bXSBJP + ƒÃ
b. YKUN = a + bXUSD + bXGBP + bXJPY + bXSBIN + bXSBAS + bXSBIG + bXSBJP + ƒÃ
Alat Yang Digunakan
Alat bantu yang digunakan untuk mencari keterkaitan diantara variabel-variabel
tersebut diatas adalah peranti lunak atau software EViews 5.0 dan SPSS 13.0 for
windows. EViews dan SPSS merupakan peranti lunak atau software yang berbasis
windows yang digunakan untuk menganalisa data statistik agar dapat diolah,
ditampilkan, dan dimanipulasi sehingga dapat menyajikan suatu informasi sesuai
kehendak pengguna. Angka 5.0 dan 13.0 merupakan nomor versi dari EViews dan
SPSS.
Model Analisis
Untuk mencari keterkaitan antara variabel yang tercakup dalam penelitian ini,
penulis menggunakan analisis regresi linier dengan metode kuadrat terkecil. Analisis
regresi bertujuan untuk mengetahui koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan
koefisien regresi. Selanjutnya penulis melakukan pengujian hipotesi yaitu pengujian
hipotesis secara parsial menggunakan t test dan pengujian hipotesis secara simultan
menggunakan F test.
Didalam persamaan regresi linier terdapat perbedaan antara Y hasil observasi
yang diperoleh dari data sampel dengan nilai Y sebenarnya, perbedaan inilah yang
disebut dengan kesalahan pengganggu atau error atau residual. Semakin kecil nilai
kesalahn pengganggu semakin valid nilai Y hasil observasi untuk meramalkan nilai Y
populasi. Beberapa buku melambangkan kesalahan penggangu dengan U dan ada juga
dengan ƒÃ. Dengan adanya kesalahan pengganggu tersebut, maka terdapat beberapa
asumsi dalam analisis regresi dengan metode kuadrat terkecil, sehingga estimasi yang
dihasilkan bersifat BLUE. Asumsi-asumsi tersebut diantaranya adalah asumsi
normalitas, asumsi autokorelasi, asumsi homokedastiditas, dan asumsi multikolinieritas.
F. RENCANA BIAYA PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian karya ilmiah untuk memenuhi salah satu
syarat guna memperoleh gelar sarjana pada universitas gunadarma, maka semua biaya
penelitian ditanggung oleh penulis.
G. JADWAL WAKTU PENELITIAN
1. Minggu I: Persiapan.
2. Minggu II . IV: Pengumpulan data, pengolahan dan analisis data secara garis besar.
3.Minggu V . IX: Penyusunan laporan draf, mulai dari BAB I sampai dengan IV
ANALISA
Menurut saya apa yang dilakukan oleh peniti sudah benar karena dia sudah mengikuti presedur penelitian dengan baik dan penelitianya sudah didasarkan pada bukti-bukti yang dapat dipercaya.
DAFTAR PUSTAKA
Jhon .hendri 2009”pengaruh nilai tukar rupiah dan suku bunga riil terhadap cadangan primer dan kredit untuk nasabah bank mandiri”.tesis.universitas .gunadarma Jakarta.
http://catatan kuliah digital.blogspot.com./2009/12/.pengertian-penelitian-ilmiah-dan-metode.html
Senin, 21 Desember 2009
Skyscrapers In Jakarta
many villagers think that in Jakarta is the place to speculate as to work in Jakarta from producing any money. because injakarta just begging can yield duit.dan many people who take shortcuts with the losers act of evil to other people without thinking due to the action them.
We do not just look at the advantages a big city like Jakarta which has a skyscraper, but we also see the result. a lot of rundown buildings his community are too forced myself to stay in the capital.
its many levels of poverty and its many skyscrapers make too visible between the rich and the only skyscraper poor.building are mostly in the main streets which are in the center of the country. skyscraper architecture for reliable ole in Indonesia sometimes even We bring the outside architecture of the building.frame examples taken from the bones or framework of an animal. very sturdy skyscrapers and towering stands high.make we are proud to see it. skyscraper not be one symbol of the developing countries.
we as citizens of Indonesia should banng and love of our country from small things such as keeping the facilities, the government has built for the people and we use it well.
Minggu, 20 Desember 2009
Vacation on Tangkuban Perahu
If I came off vocation to a coder place that can make my heart became quite with only the sight,where I was favaurite tangkuban perahu,located in west java.iam very comfortable there,because is for from bandung city is still about an hour.
In tangkuban perahu we can see the creater of sulfur and enjoy the cool air ,drinking coffee.we also can ride horses and tour the area while the scene there.we can buy flowers aedellwaise that we can only meet in the cold.entry fee is also cheap in expensive.after me from tangkuban perahu hot bath water ciater the sulfur directly.derived from the mountain.who works for skin disease.
Tangkuban perahu want to make us go back there,and maku us forget that we are bored.tangkuban perahu natural and make us miss the back on the nature.
Rabu, 16 Desember 2009
The Meaning of Mission for Companies
Importance of Mission :
Benefits from a strong mission
Unanimity of purpose
Resource allocation
Organizational climate
Focal point for work structure
Mission Statement Examples :
The Bellevue Hospital, w/ respect, compassion, integrity, n courage, honors the individuality n confidentiality of our patients, employess, n community, n is progressive in anticipating n providing future health care services.
Mission&Costumer Orientation (Vern McGinnis):
Define what the organization is
Define what it aspires to be
Limited to exclude some ventures
Broad enough to allow for growth
Distinguishes firm from all others
Stated clearly-understood by all
Causes of Stress
A. General causes
Threat
A perceived threat will lead a person to feel stressed. This can include physical threats, social threats, financial threat, and so on. In particular it will be worse when the person feels they have no response that can reduce the threat, as this affects the need for a sense of control. Generally speaking, any threat to needs is likely to lead to stress being experienced.
Fear
Threat can lead to fear, which again leads to stress. Fear leads to imagined outcomes, which are the real source of stress.
Uncertainty
When we are not certain, we are unable to predict, and hence feel we are not in control, and hence may feel fear or feel threatened by that which is causing the uncertainty.
Cognitive dissonance
When there is a gap between what we do and what we think, then we experience cognitive dissonance, which is felt as stress. Thus, if I think I am a nice person then do something that hurts someone else, I will experience dissonance and stress.
Dissonance also occurs when we cannot meet our commitments. We believe we are honest and committed, but when circumstances prevent us from meeting our promises we are faced with the possibility of being perceived as dishonest or incapable (ie. a social threat).
Life causes
There are many causes of stress in life including:
- Death: of spouse, family, friend
- Health: injury, illness, pregnancy
- Crime: Sexual molestation, mugging, burglary, pick-pocketed
- Self-abuse: drug abuse, alcoholism, self-harm
- Family change: separation, divorce, new baby, marriage
- Sexual problems: getting partner, with partner
- Argument: with spouse, family, friends, co-workers, boss
- Physical changes: lack of sleep, new work hours
- New location: vacation, moving house
- Money: lack of it, owing it, investing it
- Environment change: in school, job, house, town, jail
- Responsibility increase: new dependent, new job
B. Stress at work
The UK's Health and Safety Executive lists six key stress factors:
1. The demands of the job
2. The control staff have over how they do their work
3. The support they receive from colleagues and superiors
4. Their relationships with colleagues
5. Whether they understand their roles and responsibilities
6. How far the company consults staff over workplace changes.
Other stress indicators at work include:
- Sickness absence
- High staff turnover
- Poor communication between teams
- Bullying
- Lack of feedback on performance
- Value and contribution
- Technological change
- Lack of clarity of roles and responsibilities
- Dissatisfaction with non-monetary benefits
- Working long hours
- Boring and mundane work
- One-off incidents
- Uncomfortable workplace
- Lack of training
The Effect of Industrial Pollution
Pollutants given off by various industries and factories are often considered to be one of the prime factors contributing to air, water and soil pollution. According to the Environmental Protection Agency (EPA), it has been estimated that industrial pollution is responsible for almost 50 percent of the pollution present in the United States. There are various wide-ranging effects, as well as serious consequences, of industrial pollution on the ecological balance of the atmosphere.
A. Global Warming
Global warming is one of the most common and serious consequences of industrial pollution. The emission of various greenhouse gases such as CO2, methane (CH4), among others from various industries, increases the overall temperature of the earth, resulting in global warming. Global warming has various serious hazards, both on the environment as well as on human health. It results in melting of glaciers and snow-capped mountains, causing an increase of the water levels in seas and rivers, thereby increasing the chances of flood. Apart from this, global warming also has numerous health risks on humans, such as increase of diseases such as malaria and dengue, cholera, Lyme disease and plague, among others.
B. Air Pollution
Industrial pollution, as stated above, is one of the major causes of air pollution. With the increase in the number of industries and factories due to the industrial revolution; air pollution also has increased significantly. The emissions from various industries contain large amounts of gases such as carbon dioxide, sulphur and nitrogen, among others. These gases, when present in elevated levels in the atmosphere, often result in various environmental and health hazards such as acid rain, and various skin disorders in individuals.
C. Water Pollution
Pollution emitted from the industries is also one of the major factors contributing towards water pollution. Dumping of various industrial waste products into water sources, and improper contamination of industrial wastes, often result in polluting the water. Such water pollution disturbs the balance of the ecosystem inside, resulting in the death of various animal and plant species present in the water.
D. Soil Pollution
Soil pollution is defined as a phenomenon is which the soil loses its structure and fertility due to various natural and artificial reasons. Dumping of industrial wastes is one of the prime factors contributing towards soil pollution. Industrial wastes contain large amounts of various chemicals which get accumulated on the top layer of the soil, resulting in loss of fertility of the soil. Such loss of fertility ultimately results in changes in the ecological balances of the environment due to reduction in plant growth.
E. Other Common Effects
Certain other common effects of industrial pollution include damaging buildings and structures, increasing the risk of various occupational hazards such as asbestosis, pneumoconiasis, among others.
